top of page
  • Christian Aditya

911 GT3

Bisakah sebuah mobil bermesin Naturally Aspirated, bermesin belakang, dengan 0-100 km/jam dalam 3 detikan, mencetak lap record di "The 'Ring" ?


Anda akan berpikir ini absurd. Apa yang bisa dilakukan oleh sebuah "dinosaurus" tanpa bantuan turbocharger atau bahkan lebih "kekinian" : motor listrik ? C'mon, electric is the future!


Well, Porsche baru saja membuktikan pendekatan tadi tidak sepenuhnya irelevan dan kuno.


Anda mungkin akan lebih kaget lagi : mobil ini mengalahkan saudaranya yang mendapat bantuan penggerak listrik. Wow! ini pasti oil company conspiracy !


Well... Silahkan dilihat sendiri.



Dikendarai oleh test driver dari Porsche, Lars Kern, secara resmi catatan waktunya adalah 6 menit 59.927 detik. Tetapi ini akibat dari perubahan metode. Jadi pada metode lama, waktu dari GT3 terbaru adalah 6 menit 55.2 detik.

Nürburgring lap timing has become confusing. It used to be that times published didn't reflect the entire circuit, with the start line set at the end of the T13 straight, and the finish 0.12 miles before that. Recently, the 'Ring instituted an official lap-timing methodology and certification process that measures the time around the whole circuit, which has effectively lengthened the lap. With this protocol, the 2022 Porsche 911 GT3 laps the Nordschleife in 6:59,927; under the old method, it did a 6:55.2, which provides much more context to its performance.

Dalam angka, artinya : GT3 992 terbaru ini lebih cepat dari 991.2 GT3RS yang lebih hardcore (6:56.04) dan top-of-the-line, Hybrid supercar Porsche 918 Spyder (6:57.00). Ia juga lebih cepat 17 detik dari GT3 991.2 (7:12.7).

911 GT3 (992), the latest "Hot" Porsche.

( sumber )


Mindblowing.


Spesifikasi teknis GT3 terbaru, boleh dibilang tidak dapat dibilang sophisticated amat. Mesinnya "hanya" memiliki tenaga 502 hp, naik 10 hp dari pendahulunya saja dengan mesin 4 Liter flat-six Naturally Aspirated yang dapat berputar hingga 9.000 RPM, 0-100 km/jam dalam 3.4 detik (manual 3.7 detik) yang artinya tidak lebih kencang juga daripada beberapa supercar modern yang punya waktu sub-3 detik kurang, top speed 317 km per jam (versi manual 320 km per jam).


Dipasangkan dengan transmisi Dual-clutch 7-speed PDK atau 6-speed Manual.


Tetapi Porsche GT3 tidak melulu soal angka akselerasi dan top speed, faktanya bahkan tidak pernah GT3 dibuat untuk straight-line performance.


*Disadur dari artikel Road and Track : How the New Porsche 911 GT3 Laps the Nürburgring Quicker Than a 918 Spyder


Pertama, mobil ini menggunakan suspensi double-wishbone dari mobil balap 911 RSR, yang pertama kali dipasangkan ke Porsche produksi massal menggantikan format McPherson Strut. Porsche mengatakan suspensi jenis ini bertujuan meningkatkan cornering stability.

This new GT3 also has a 911 road-car first—a double-wishbone front suspension, derived from the 911 RSR race car. Porsche says this increases cornering stability and precision over the previously used McPherson strut setup used in the previous GT3.

Double Wishbone depan di 911 RSR

( sumber )


Kedua, ulikan lain pada kaki-kaki adalah ban depan-belakang yang 10mm lebih lebar, lebar track roda bertambah 1.9 inch (sekitar 5cm) yang meningkatkan lateral grip.

The front and rear tires on this new GT3 are also 10mm wider than before, and the front track width has grown by an additional 1.9 inches, increasing lateral grip significantly.

Lalu urusan aerodynamics : GT3 memiliki ubahan pada splitter, front-rear diffuser, dan wing yang menghasilkan downforce sebesar 390 kg. Sumber dari Porsche mengatakan bahwa ini ekivalen dengan downforce GT3 RS sebelumnya.

So, how is the new GT3 17 seconds quicker than the old one? That's a monster improvement for a car with damn near identical 502 hp and 3164-pound weight figures. For starters, the 992 GT3 has a lot more grip, both aero and mechanical, than its predecessor. With its splitter, front and rear diffusers, and wing all set to their highest downforce setting, the new GT3 is capable of generating a maximum of 854 pounds of downforce. A Porsche spokesperson tells us this is roughly equal to the amount downforce generated by the old GT3 RS, and far more than the old GT3, which could create up to 342 pounds.

Aerokit pada 911 GT3

( sumber )


However, ada dua poin kritik keberatan utama mengenai apakah 911 GT3 "benar-benar" mengalahkan 918 Spyder. Utamanya soal pengemudi, dan ban yang digunakan.


Porsche menggunakan ban Michelin Pilot Sport Cup 2 R, yang adalah ban Porsche N0, dan menjadi salah satu option ban pada GT3. Ban ini juga digunakan pada 911 GT2RS dan GT3RS, juga ban yang digunakan oleh pencetak rekor mobil produksi Mercedes AMG GT Black Series. Bos Porsche bahkan mengklaim bahwa selisih waktu dari ban saja adalah 5 detik.

Michelin Pilot Sport Cup 2R

( sumber )


Sedangkan pada saat pengetesan 918 Spyder menggunakan Cup 2s biasa. Artinya bisa saja 918 lebih cepat dari GT3 jika diberi ban yang sama.


Lalu test driver Porsche, Lars Kern, yang sangat familier dengan sirkuit Nurburgring. Well, you can't really leave the man behind the wheel.



( sumber )


Tetapi apakah lantas membuat record 911 GT3 jadi invalid ?


Pembicaraan tentang laptimes selalu ramai, dan pemberitaan media juga sangat bombastis tentangnya. Beberapa orang menganggap lap times sebagai sebuah official record - menganggap ini sebagai pengujian yang "resmi" dan terstandar.


Tetapi itu bukan cerita penuhnya. Faktanya, lap records lebih banyak digunakan sebagai marketing dan bragging purpose para fanboys.


Pengujian di Nordschleife tidak memiliki standar baku. Pabrikan bisa melakukan apa saja untuk mencetak rekor walaupun spesifikasi kendaraan yang diuji berbeda dengan versi produksi. Modifikasi suspensi, ban, atau pemasangan rollcage, tidak ada regulasi yang mengatur siapa harus apa dan bagaimana.


Sayangnya, melakukan yang sebaliknya juga kurang bijak. Invalidating lap records hanya karena tidak terstandar itu absurd.


A fast car is still a fast car.


Back-to-the-basic engineering dari Porsche, yang mampu membuat sebuah teknologi konvensional tetap relevan dengan para terminator dari masa depan : motor listrik dan turbocharging, adalah sebuah pencapaian tersendiri.


Cetakan rekor Porsche adalah bukti bahwa engineering bukan selalu tentang teknologi terbaru dan paling mutakhir. 992 GT3 adalah bukti bahwa untuk membuat sebuah mobil yang cepat di sirkuit, sekaligus menyenangkan, kita hanya perlu kembali pada basics : what makes a fast car, a fast car, dan itu lebih dari sekedar memasangkan motor listrik atau mencangkok turbocharger serta rekayasa engine mapping.

Dat 9k RPM tachometer...

( sumber )


Dan fakta bahwa Porsche adalah pabrikan yang berinvestasi sangat besar untuk pengembangan bahan bakar sintetis adalah bukti bahwa mereka masih having faith in combustion engines. Porsche sempat menyinggung beberapa klaim soal eFuel saat peluncuran GT3. Bahkan klaimnya tidak main - main : bahan bakar ini akan sama bersihnya dengan mobil listrik !

Dr. Walliser believes that conventionally-fueled engines that use synthetic fuel will turn ICE-equipped cars into machines that are as clean as EVs. He added that eFuel is important to Porsche to reduce their CO2 output, citing that synthetic fuels are cleaner, have no by-product, have fewer particulates, and less NOx produced than current pump fuel.
How reduced, you ask? Dr. Walliser said that when Porsche starts full production of eFuel, they expect a CO2 reduction of 85 percent.

The future is electric ? No, the future is full of sportcars and I am so in !

( sumber )

55 views0 comments

Recent Posts

See All
bottom of page