top of page
  • Christian Aditya

Cars and the Climate Crisis.

Seperti apapun saya kontra dengan hype mobil listrik, saya tidak pernah menolak krisis iklim. Justru karena itu saya tidak melihat mobil listrik sebagai "penyelamat lingkungan".


Tetapi let aside tentang pembicaraan mobil listrik. Mari kita bicara sesuatu yang lebih serius, sesuatu yang ada di depan mata kita.


Banjir.


Beberapa kota bergiliran dihajar banjir besar pada bulan Februari. Kota saya sendiri dua kali dalam sebulan "dihajar" banjir besar.


Penyebabnya ? Kebanyakan orang mengatakan curah hujan yang sangat tinggi. Dan memang benar adanya. Nyaris setiap hari hujan dan AC mobil saya nyaris tidak berguna di waktu - waktu ini.


Tetapi banjir adalah masalah yang jauh lebih kompleks. Lebih kompleks dari sekedar mengatakan kesalahannya adalah curah hujan saja.

Banjir besar di pusat kota semarang, sekitar dua minggu yang lalu.

( sumber )


Tapi saya bukan ahli di bidang konstruksi, jadi saya tidak akan membahas soal ini.


Kita semua sama - sama paham : air dan besi adalah dua hal yang tidak pernah akrab. Banjir dan mobil - mobil kita, adalah dua hal yang tak pernah bisa bersama.


Hanya supaya tidak berkarat saja mobil - mobil terbaru kita harus diberi banyak sekali penyesuaian. Tentu saja jika anda mengendarai mobil yang sekarang berusia kurang dari dua puluh tahun, karat sudah bukan lagi masalah. Sudah diberi anti-karat dari pabrik.


Sesuatu yang mobil-mobil berusia dua puluh tahun ke atas tidak dapat relate. Hal sesederhana mencuci mobil saja harus kering benar supaya tidak berkarat.

Karat sudah jadi sesuatu di masa lalu.

( sumber )


Tetapi masalah hari ini bukan karat. Paling tidak, ada dua masalah besar jika mobil terpaksa "berenang" :


Yang paling pertama dan klasik tentu saja : mesin. Mesin anda tidak menyukai air dalam jumlah besar. Sekali saja mesin anda kemasukan air dalam jumlah besar, tagihan bengkel akan langsung skyrocket. Artinya : overhaul total.


Yang kedua, dan ini yang lebih mengkhawatirkan dari mobil masa kini : elektrikal. Sensor - sensor berharga belasan hingga puluhan juta dapat merampok tabungan anda seketika saat terendam banjir. Bahkan mungkin, ada potensi terbakar. Well, listrik bertemu air, no further explanation.


The Mistakes with Ground Clearance...


Ada alasan mengapa mobil jenis SUV populer di Indonesia.


Mobil jenis SUV adalah tipikal go-anywhere car. Tidak perlu kuatir dengan lubang, gundukan, polisi tidur, dan tentu saja : tidak takut banjir.


Tetapi saya tak ingin mengecewakan anda : kebanyakan orang membeli SUV dan berfokus solely on ground clearance. As if ground clearance semakin tinggi membantu mereka lebih aman dari banjir.


Yang perlu anda semua ketahui adalah : ground clearance dihitung dari jarak terendah bagian bawah mobil dengan jalan. Sialnya, di bagian bawah mobil ada banyak sekali komponen. Jadi yang menjadi acuan adalah komponen dengan posisi terendah : umumnya sistem suspensi.

Ground clearance : semakin banyak komponen di bagian kolong mobil maka ground clearance anda mungkin tidak setinggi yang anda pikirkan...

( sumber )


Padahal ground clearance bukanlah patokan aman sebuah SUV menerjang banjir. Ground Clearance adalah informasi mengenai ruang kosong di kolong mobil, itupun harus didukung dengan approach dan departure angle yang baik supaya sebuah kendaraan SUV dapat dibilang capable di off-road.


Ada informasi sangat penting yang justru terlewat oleh banyak sekali pabrikan, terutama karena mereka menjual mobilnya di Indonesia, especially di Pulau Jawa dekat pantai, mungkin bisa diletakkan di brosur anda lain kali :


Wading depth, atau dalam istilah saya sendiri : kedalaman selam.

Wading depth atau kedalaman selam

( sumber )


Wading depth adalah seberapa aman sebuah mobil dapat menyelam tanpa menimbulkan kerusakan apapun. Ini meliputi banyak sekali faktor seperti : posisi intake mesin, posisi komponen - komponen elektrikal penting seperti alternator / dinamo amper, dll.


Istilahnya adalah berapa dalam mobil anda dapat menyelam tanpa menimbulkan masalah berarti.


Wading Depth Factor : Engine position


Looks can be deceiving.


Mobil anda dapat memiliki ground clearance di atas 200 milimeter tetapi wading depth kurang dari 500 milimeter. I mean, kurang lowong apa ground clearance sebuah truk Fuso Canter ? Wading depthnya hanya 330 mm. Ini data dari truk fuso crew cab terbaru.

Fuso Crew Cab terbaru, wading depthnya hanya 330 mm

( sumber )


The lightweight off-roader is available in light-truck or car-licence-friendly spec. Room for four passengers across the back seats. Wading depth iin ther Fuso Canter is only 330mm.Aug 9, 2016

Kebanyakan truk didesain memiliki posisi mesin di bawah kursi pengemudi. Ini menjadi masalah ketika melewati banjir tinggi. Posisi mesin truk anda mungkin tidak lebih tinggi dari mesin SUV Pajero Sport, dan benar adanya : Pajero Sport memiliki wading depth setinggi 700 milimeter. Dua kali lebih tahan banjir.

700 mm... atau 70 cm wading depth di Pajero Sport.

( sumber )


Well, sebenarnya ini sangat jelas : untuk meraih mesin Pajero Sport mungkin anda yang memiliki postur di bawah 170 cm perlu bantuan kursi. Sementara lihat gambar mekanik menservis mesin truk di bawah ini :

Jadi kalau anda sudah melewati banjir sepinggang orang dewasa... sebaiknya jangan lanjutkan perjalanan.

( sumber )


Hanya sepinggang.


Yes, THAT low.


See ? Inilah mengapa untuk kendaraan anti banjir anda butuh lebih dari sekedar ground clearance. Karena desain otomotif itu kompleks. Kebanyakan kendaraan tidak seperti kelihatannya.


Intake or Exhaust ?


Concern lain dari kendaraan yang melintasi banjir adalah "apakah air masuk ke knalpot" ?


Tidak sepenuhnya salah. Tetapi sebenarnya knalpot adalah sesuatu yang menjadi ketakutan terakhir anda.


Pertama, jika banjir tak terlalu tinggi sebenarnya risiko air masuk ke mesin melalui knalpot itu sangat kecil. Mekanisme gas buang adalah mendorong bukan menghisap, jadi selama masih bergerak perlahan akan terus ada dorongan dari gas buang mobil.


Kedua, jika konteksnya adalah mobil passenger, kebanyakan mobil passenger memiliki bentuk exhaust yang "rumit" dan cenderung berada di bawah mesin. Jadi, seburuk-buruknya air merendam knalpot ia belum tentu sampai ke exhaust manifold / header.


Yang harus anda khawatirkan pertama adalah : intake.

Melihat saluran seperti ini di mobil anda ? Yes, itulah saluran air intake.

( sumber )


Intake memiliki mekanisme menghisap. Apapun yang lewat akan dihisap - umumnya udara. Tetapi jika intake sudah terendam banjir....


Say goodbye to your precious engine.


Karena itu penting untuk mengerti dimana posisi intake mesin kita. Biasanya tidak terlalu jauh dari air filter box. Jadi, bisa dikira - kira seberapa tinggi banjir yang kita berani lewat.


Tetapi bagaimana jika banjir sudah setinggi kap mesin ? Berhenti, dan jangan lanjutkan perjalanan. For God sake.


Kecuali anda mengendarai sebuah dobel kabin dengan snorkel - dan itu yang digunakan oleh BNPB sebagai emergency service vehicle.


Kendaraan BNPB yang diperlengkapi spesial untuk segala kondisi

( sumber )

Electronics : Don't get panic


Yang membedakan kendaraan keluaran baru dengan lama adalah banyaknya perangkat elektronik - dan ini mungkin berpotensi membuat anda panik. Apalagi jika di tengah banjir tiba-tiba check engine atau charging service warning menyala.


Tidak perlu panik.


Sensors bisa jadi sangat sensitif. Sedikit saja cipratan air dapat membuat salah satu lampu dashboard menyala. Apalagi jika kedua skenario di atas sudah aman : banjir masih dalam batas toleransi intake dan posisi mesin, kabin tidak kemasukan air, best case nya itu hanya sensor yang basah. Bukan sebuah kerusakan yang serius.


Tapi kalau mobil sampai terendam lama dan menyala... Well, segera panggil mobil derek dan bawa ke bengkel terdekat.

Yang pasti seperti ini jelas kerusakannya tidak ringan

( sumber )


Your car is not a boat, after all...


Tentu saja - yang terbaik adalah tidak melintasi banjir.


Mobil bukan perahu. Ada batas maksimum untuk sebuah mobil dapat melintasi banjir. Banjir sampai ke kap mesin mungkin aman, tetapi jika sudah sampai ke atap mobil, anything bad can happen.

Tentu saja anda butuh perahu jika banjir seperti ini.

( sumber )


Masalahnya tidak hanya di intake atau electrical saja - tetapi juga safety. Elemen terpenting dari sebuah kendaraan - apapun bentuknya adalah control. Jika kendaraan tidak terkontrol maka itu sudah tidak aman.


Yakinkah anda aman jika ban mobil sudah tak menapak jalan ? I don't think so.

















254 views0 comments

Recent Posts

See All
bottom of page